Selasa, 19 Januari 2010

MATERI SENI SUARA DAERAH SD DALAM PERLOMBAAN

LOMBA PADUAN SUARA

I. BATASAN PENGERTIAN
Paduan suara adalah sebuah kegiatan berolah musik yang melibatkan sejumlah penyanyi dengan suara vokal untuk menghasilkan suara yang serasi, harmonis, indah, dan merdu.

II. PESERTA,
1. Peserta lomba Paduan Suara adalah murid SMP / MTS ( kelas VII - VIII) yang masih aktif tediri dari campuran siswa putra dan putri yang merupakan wakil dari masing-masing sekolah;
2. Jumlah anggota grup peserta adalah 21 orang termasuk dirigent dan pianis;
3. Peserta dianggap sah bila mendaftarkan diri secara tertulis pada panitia penyelenggara selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan dengan melampirkan surat pengantar dari sekolah.

III. PERSYARATAN TEKNIS
1. Peserta wajib membawakan 2 (dua) buah lagu berturut – turut dan masing – masing dinyanyikan satu kali :
2. Lagu wajib : “NEGARA KEPULAUAN“
Ciptaan : Egi R. Tritman
Tata Suara : M. Isfanhari

Partitur Negara Kepulauan

Partitur Negara Kepulauan

Lanjutan Partitur Negara Kepulauan

Lanjutan Partitur Negara Kepulauan

Lagu pilihan : bebas
Memilih salah satu lagu daerah Indonesia yang masih berkembang dan relevan untuk remaja – remaja.
* khusus untuk lagu pilihan diaransir peserta masing – masing dengan syarat :
a. Aransir lagu diserahkan oleh masing – masing peserta dengan syarat susunan paduan suara 3 (tiga) suara dengan nada dasar bebas ;
b. Aransemen lagu wajib telah ditetapkan panitia tapi nada dasar boleh naik / turun paling banyak 1 (satu) laras dari nada dasar yang tertulis pada partitur lagu.
3. Jenis suara anak SMP / MTS masih tergolong suara anak, karenanya pembagian suara ada suara tinggi dan suara rendah (tidak dibedakan antara pria dan wanita);
4. Penampilan peserta baik lagu wajib maupun lagu pilihan akan diiringi oleh instrument piano, pianis disediakan sendiri oleh peserta;
5. Busana bebas, rapi, sopan tapi bukan seragam sekolah;
6. Dirigent adalah siswa SMP / MTS;
7. Peserta maupun dirigent tidak dibenarkan merangkap grup lain selain pianis / pengiring.

IV. KRITERIA PENGAMATAN
1. Suara : Materi suara, jangkauan suara, kwalitas suara;
2. Teknik : Pernafasan, produksi suara, ketepatan nada (intonasi) , pengucapan kata / kejelasan ucapan;
3. Pembawaan : Penjiwaan lagu, penafsiran tempo, penafsiran dinamika, pengkalimatan lagu;
4. Penampilan : Tertib panggung, tertib busana.

V. LAIN-LAIN
1. Tata tertib lomba akan ditentukan kemudian
2. Juara I berhak mewakili Kota Malang dalam lomba Pekan Seni Pelajar ke tingkat Prop. Jatim Th. 2009 (apabila Juara I berhalangan, akan digantikan Juara II, dst.)

~~~~~~~~~~

LOMBA BACA PUISI

I. BATASAN PENGERTIAN
Bahwa lomba Baca Puisi merupakan sebuah wadah kegiatan kompetitif untuk mengungkapkan karya sastra yang dilakukan oleh siswa SMP / MTS yang diberikan kebebasan untuk membawakannya.

II. PESERTA
1. Peserta lomba puisi adalah 1 (satu) putra dan 1 (satu) putri siswa SMP / MTS ( kelas VII - VIII) yang masih aktif dan merupakan wakil dari masing-masing sekolah;
2. Peserta dianggap sah bila mendaftarkan diri secara tertulis panitia penyelenggara selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan dengan melampirkan surat pengantar dari sekolah

III. PERSYARATAN TEKNIS
1. Setiap peserta wajib membawakan salah satu judul puisi yang telah ditentukan oleh panitia (naskah terlampir) , ialah :
“Pada Laut Yang Menemukan Purnama” karya W. Haryanto
“Kado Surabaya” karya Tan Tjin Siong
“Rajungan” karya S. Yoga
2. Pembacaan puisi disampaikan di atas panggung yang telah disediakan panitia dan boleh membaca atau tanpa teks;
3. Pembacaan puisi tanpa alat bantu pengeras suara;
4. Pakaian peserta pada saat tampil bebas tapi sopan;
5. Peserta dipanggil berdasarkan nomor undian peserta.

IV. KRITERIA PENGAMATAN
• Interpretasi / penafsiran (termasuk penghayatan);
• Teknik vocal (volume, artikulasi, warna suara);
• Penampilan.

V. LAIN-LAIN
1. Tata tertib lomba akan ditentukan kemudian
2. Juara I berhak mewakili Kota Malang dalam lomba Pekan Seni Pelajar ke tingkat Prop. Jatim Th. 2009 (apabila Juara I berhalangan, akan digantikan Juara II, dst.)

W. Haryanto

PADA LAUT YANG MENEMUKAN PURNAMA

laut adalah sajak yang tak pernah selesai
kalaupun tangan – tangan kita masih akan
masa silam di atas pasir, semacam ruang tamu,
atau perdu – tempat persinggahan purnama,
maka, tak ada yang menggantikan
ombak masa kecil kita.

ada layar menusuk langit di kejauhan,
seperti sejuta bingkai rindu di atas karang,
pesta – pesta masih berlangsung
pada irama omak, jalan – jalan meratapi musim.
dan di tubuh kita, kenangan itu masih akan
menantikan perahu yang akan
disinggahi camar – camar

1996

~~~~~~~~~~

Tan Tjing Siong

KADO SURABAYA

aku bertanya,
apakah Surabaya semacam kota sakti
di mana mampu merubah segalanya ?

tak ada jawaban pas
kenyataanya,
Surabaya telah memberi banyak
pada manusia di dalamnya

si Tini juga mengalaminya
- contoh tercomot sekenanya
dari salah satu sudut kota –
kehilangan wajah
tergores hawa Surabaya, luka
dan darah menetes
dari pori wajahnya
cairnya tak lagi sebening Brantas
lebih mirip kali Undaan
yang tak dibersihkan enceng gondoknya

mulut Tini yang terluka
tak lagi mampu melafal
semua bahasa ibunya
menyambut pagi tak lagi ada ‘sugeng’
juga dalam siang – malam
langkahnya dipacu rancak disco
- uyon – uyon dianggap sekadar guyon -
o, aku kaget
seweknya telah luruh
diganti span ketat

Kado Surabaya sudah banyak
Tini berterima kasih dengan sungging senyum
tanpa bibir terangkat

aku duduk bersila, berusaha melihat semua
dan kali Peneleh yang kugunakan berkaca
tak nampakkah wajahku
ada Tini di situ
tampak menyimpan
entah untuk siapa ?

Batu, 1991

~~~~~~~~~~

RAJUNGAN
S. Yoga

bila ingin tahu dalamnya air
cabut akar pohon teratai
bila ingin tahu dalamnya hati
cabut nyawa yang hanya sekali
agar tahu apa warna pelangi
pada hujan pagi hari
yang tak akan abadi

telah kusempurnakan kesunyian
pada laut lepas yang menanti
luka luka telah kukuburkan
pada asam garam kehidupan
yang dulu pernah kumaknai sebagai doa
sebelum terdampar ke samudera

kini merayap di bawah lautan
kehidupan yang terdalam
tanpa cahaya dan matahari
hanya kuserap hidup dari pohon laut
yang kadang berada di permukaan
dengan segala mara bahaya
namun akarnya menancap hingga ke dasar
hanyalah dewa ruci yang mau kutemui
sebelum pelayaran berakhir

Pantai camplong – sampang, 2005
Kepiting yang hidup di dalam laut, biasanya dimasak asam manis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar